- Kembang Awi : Eumbreuk
- Kembang Bako : Bosongot
- Kembang Bawang : Ulated
- Kembang Boléd : Téla
- Kembang Cabé : Bolotot
- Kembang Cau : Jantung
- Kembang Céngék : Méncéngés
- Kembang Cikur : Jelengut
- Kembang Eurih : Ancul
- Kembang Gedang : Ingwang
Wikipedia
Hasil penelusuran
Jumat, 13 Februari 2015
NGARAN KEKEMBANGAN (BAHASA SUNDA)
Sabtu, 07 Februari 2015
KHOT / MAHFUZHOT
1. مَنْ سَارَ عَلىَ الدَّرْبِ وَصَلَ.
Barang siapa berjalan pada jalannya sampailah ia
2. مَنْ جَدَّ وَجَدَ
Barang siapa bersungguh-sungguh, dapatlah ia.
3. مَنْ صَبَرَ ظَفِرَ
Barang siapa sabar beruntunglah ia.
4. مَنْ قَلَّ صِدْقُهُ قَلَّ صَدِيْقُهُ
Barang siapa sedikit benarnya/kejujurannya, sedikit pulalah temannya.
5. جَالِسْ أَهْلَ الصِّدْقِ وَالوَفَاءِ
Pergaulilah orang yang jujur dan menepati janji.
Barang siapa berjalan pada jalannya sampailah ia
2. مَنْ جَدَّ وَجَدَ
Barang siapa bersungguh-sungguh, dapatlah ia.
3. مَنْ صَبَرَ ظَفِرَ
Barang siapa sabar beruntunglah ia.
4. مَنْ قَلَّ صِدْقُهُ قَلَّ صَدِيْقُهُ
Barang siapa sedikit benarnya/kejujurannya, sedikit pulalah temannya.
5. جَالِسْ أَهْلَ الصِّدْقِ وَالوَفَاءِ
Pergaulilah orang yang jujur dan menepati janji.
Kamis, 05 Februari 2015
KATA - KATA MOTIVASI
Jadilah seorang yg
Inspiratif yg memotivasi orang banyak.
Modal paling penting
dalam menjalani hidup adalah Percaya Diri.
Bersyukur itu sangat
mudah cukup mengucapkan alhamdullahirabbil alamin. Tetapi sayang masih banyak
orang yg kurang bersyukur atas keindahan dan kenikmatan hidup ini. Semoga kita
termasuk golongan orang yg selalu bersyukur. Amienn
Aku akan membela orang
yg lemah dan tak bersalah,sekalipun itu dapat membunuhku.
Memang kenyataan itu
kadang pahit, tapi tetap sajah kita tak dapat menghindar dengan cara sekeras
apapun, itulah yang sudah terjadi, toh nyatanya semua itu pasti berlalu.
Akan ku sempurnakan
ibadahku,
Akan ku sempurnakan keimananku,
Akan ku sempurnakan ketakwaanku,
Akan ku sempurnakan keimananku,
Akan ku sempurnakan ketakwaanku,
MATERI TAHFIDZ KELAS VI MI MANARULHUDA
بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ
ٱلرَّحِيمِ
عَمَّ يَتَسَآءَلُونَ
١ عَنِ ٱلنَّبَإِ ٱلۡعَظِيمِ ٢ ٱلَّذِي هُمۡ فِيهِ مُخۡتَلِفُونَ ٣ كَلَّا سَيَعۡلَمُونَ ٤ ثُمَّ كَلَّا سَيَعۡلَمُونَ ٥ أَلَمۡ نَجۡعَلِ ٱلۡأَرۡضَ مِهَٰدٗا ٦ وَٱلۡجِبَالَ
أَوۡتَادٗا ٧ وَخَلَقۡنَٰكُمۡ أَزۡوَٰجٗا
٨ وَجَعَلۡنَا نَوۡمَكُمۡ سُبَاتٗا ٩
وَجَعَلۡنَا ٱلَّيۡلَ لِبَاسٗا ١٠
وَجَعَلۡنَا ٱلنَّهَارَ مَعَاشٗا ١١ وَبَنَيۡنَا فَوۡقَكُمۡ سَبۡعٗا
شِدَادٗا ١٢ وَجَعَلۡنَا سِرَاجٗا
وَهَّاجٗا ١٣ وَأَنزَلۡنَا مِنَ ٱلۡمُعۡصِرَٰتِ مَآءٗ ثَجَّاجٗا ١٤ لِّنُخۡرِجَ بِهِۦ حَبّٗا وَنَبَاتٗا ١٥ وَجَنَّٰتٍ
أَلۡفَافًا ١٦ إِنَّ يَوۡمَ ٱلۡفَصۡلِ
كَانَ مِيقَٰتٗا ١٧ يَوۡمَ يُنفَخُ فِي ٱلصُّورِ فَتَأۡتُونَ أَفۡوَاجٗا ١٨ وَفُتِحَتِ ٱلسَّمَآءُ فَكَانَتۡ أَبۡوَٰبٗا
١٩ وَسُيِّرَتِ ٱلۡجِبَالُ فَكَانَتۡ سَرَابًا ٢٠
إِنَّ جَهَنَّمَ كَانَتۡ مِرۡصَادٗا ٢١ لِّلطَّٰغِينَ مََٔابٗا ٢٢ لَّٰبِثِينَ فِيهَآ أَحۡقَابٗا ٢٣ لَّا
يَذُوقُونَ فِيهَا بَرۡدٗا وَلَا شَرَابًا ٢٤
إِلَّا حَمِيمٗا وَغَسَّاقٗا ٢٥
جَزَآءٗ وِفَاقًا ٢٦ إِنَّهُمۡ كَانُواْ لَا يَرۡجُونَ حِسَابٗا ٢٧ وَكَذَّبُواْ بَِٔايَٰتِنَا كِذَّابٗا ٢٨ وَكُلَّ
شَيۡءٍ أَحۡصَيۡنَٰهُ كِتَٰبٗا ٢٩
فَذُوقُواْ فَلَن نَّزِيدَكُمۡ إِلَّا عَذَابًا ٣٠ إِنَّ لِلۡمُتَّقِينَ
مَفَازًا ٣١ حَدَآئِقَ وَأَعۡنَٰبٗا
٣٢ وَكَوَاعِبَ أَتۡرَابٗا ٣٣ وَكَأۡسٗا
دِهَاقٗا ٣٤ لَّا يَسۡمَعُونَ فِيهَا
لَغۡوٗا وَلَا كِذَّٰبٗا ٣٥ جَزَآءٗ مِّن رَّبِّكَ عَطَآءً حِسَابٗا ٣٦ رَّبِّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ
وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَا ٱلرَّحۡمَٰنِۖ لَا يَمۡلِكُونَ مِنۡهُ خِطَابٗا ٣٧ يَوۡمَ
يَقُومُ ٱلرُّوحُ وَٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ صَفّٗاۖ لَّا يَتَكَلَّمُونَ إِلَّا مَنۡ
أَذِنَ لَهُ ٱلرَّحۡمَٰنُ وَقَالَ صَوَابٗا ٣٨ ذَٰلِكَ ٱلۡيَوۡمُ ٱلۡحَقُّۖ فَمَن
شَآءَ ٱتَّخَذَ إِلَىٰ رَبِّهِۦ مََٔابًا ٣٩ إِنَّآ أَنذَرۡنَٰكُمۡ عَذَابٗا
قَرِيبٗا يَوۡمَ يَنظُرُ ٱلۡمَرۡءُ مَا قَدَّمَتۡ يَدَاهُ وَيَقُولُ ٱلۡكَافِرُ
يَٰلَيۡتَنِي كُنتُ تُرَٰبَۢا ٤٠
MAKNA ISI LAMBANG
Lambang Kementerian Agama
1. Bintang
bersudut lima yang melambangkan sila Ketuhanan Yang Maha Esa dalam Pancasila,
bermakna bahwa karyawan Kementerian Agama selalu menaati dan menjunjung tinggi
norma-norma agama dalam melaksanakan tugas Pemerintahan dalam Negara Republik
Indonesia yang berdasarkan Pancasila.
2. 17 kuntum
bunga kapas, 8 baris tulisan dalam Kitab Suci dan 45 butir padi bermakna
Proklamasi Kemerdekaan republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945,
menunjukkan kebulatan tekad para Karyawan Kementerian Agama untuk membela
Kemerdekaan Negara Kesatuan republik Indonesia yang diproklamirkan pada tanggal
17 Agustus 1945.
3. Butiran Padi
dan Kapas yang melingkar berbentuk bulatan bermakna bahwa Karyawan Kementerian
mengemban tugas untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur dan
merata.
Sabtu, 17 Januari 2015
SUSUNAN KABINET KERJA
1. Menteri Sekretaris Negara: Prof. Dr. Pratikno (Rektor UGM)
2. Kepala Bappenas: Andrinof Chaniago (Ahli kebijakan publik dan anggaran)
3. Menteri Kemaritiman: Indroyono Soesilo (Praktisi)
4. Menko Politik Hukum dan Keamanan: Tedjo Edy Purdjianto (Mantan KSAL)
5. Menko Perekonomian: Sofyan Djalil (ahli ekonomi)
6. Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Puan Maharani (PDIP)
7. Menteri Perhubungan: Ignatius Jonan (Dirut PT KAI)
8. Menteri Kelautan dan Perikanan: Susi Pudjiastuti (Wirausahawati)
9. Menteri Pariwisata: Arief Yahya (Profesional)
10. Menteri ESDM: Sudirman Said
Rabu, 23 Juli 2014
Pendidikan
Pendidikan adalah suatu hal yang amat urgen dalam kehidupan umat
manusia secara umum, dan dalam kehidupan umat Islam secara khusus.
Oleh karena itu Syari’at Al Qur’an memberikan perhatian yang amat
besar, sampai-sampai ayat Al Qur’an yang pertama diturunkan adalah 5
ayat dalam surat Al ‘Alaq, yang memerintahkan umat manusia untuk
membaca dan belajar.
Pendidikan
Pendidikan adalah suatu hal yang amat urgen dalam kehidupan umat
manusia secara umum, dan dalam kehidupan umat Islam secara khusus.
Oleh karena itu Syari’at Al Qur’an memberikan perhatian yang amat
besar, sampai-sampai ayat Al Qur’an yang pertama diturunkan adalah 5
ayat dalam surat Al ‘Alaq, yang memerintahkan umat manusia untuk
membaca dan belajar.
Bukan hanya itu, bahkan syari’at Al Qur’an telah menjelaskan bahwa
kahidupan manusia baik di dunia atau di akhirat tidaklah akan
menjadi baik melainkan dengan didukung oleh pendidikan yang baik dan
benar. Oleh karena itu seluruh mahluk yang ada di dunia ini
dinyatakan senantiasa mendoakan kebaikan kepada setiap orang yang
berjuang dengan mengajarkan kebaikan kepada umat manusia.
Rabu, 04 Juni 2014
DOA MENYAMBUT BULAN ROMADHON
اَلَّلهُمَّ سَلِّمْنِي لِرَمَضَانَ وَ
سَلِّمْ رَمَضَانَ لِيْ وَ سَلِّمْهُ مِنِّيْ مُتَقَبَّلًا
Ya Allah Yang Maha
Agung selamatkanlah aku untuk Ramadlan,dan selamatkan olehMu Ramadlan untukku
dan selamatkan Ramadlan dariku serta terimalah amal ibadahku
Orang yang Pandai
Teringat ketika kita masih kecil, maka orang tua kita sering
mendoakan kita menjadi orang yang pandai atau pintar. Memang kepandaian
merupakan satu hal yang menjadi tolok ukur kesuksesan seseorang. Tapi
apakah kepandaian itu? Mungkin dari kita ada yang menghitung berdasarkan
IQ. Tapi kasihan juga orang yang ditakdirkan dilahirkan dengan IQ yang
rendah, mereka tidak akan pernah menjadi orang pintar. Bahkan kepintaran
dijadikan iklan obat anti masuk angin.
Yang menarik dalam Islam, kepandaian itu dapat diraih oleh setiap orang, walaupun IQ nya tidak tinggi. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:

“Orang yang pandai adalah yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah SWT.” (HR. Imam Turmudzi, ia berkata, ‘Hadits ini adalah hadits hasan’)
Yang menarik dalam Islam, kepandaian itu dapat diraih oleh setiap orang, walaupun IQ nya tidak tinggi. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:
“Orang yang pandai adalah yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah SWT.” (HR. Imam Turmudzi, ia berkata, ‘Hadits ini adalah hadits hasan’)
Pemahaman terhadap Agama
Tawassul Yang Disyari'atkan
Allah سبحانه و تعالى
berfirman,
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri KepadaNya." (Al-Maa'idah: 35)
Qatadah berkata,
"Dekatkanlah dirimu kepadaNya, dengan keta-'atan dan amal yang membuatNya ridha."
Tawassul yang disyari'atkanadalah tawassul sebagaimana yang diperintahkan oleh Al-Qur'an, diteladankan oleh Rasulullah dan dipraktekkan oleh para sahabat.
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri KepadaNya." (Al-Maa'idah: 35)
Qatadah berkata,
"Dekatkanlah dirimu kepadaNya, dengan keta-'atan dan amal yang membuatNya ridha."
Tawassul yang disyari'atkanadalah tawassul sebagaimana yang diperintahkan oleh Al-Qur'an, diteladankan oleh Rasulullah dan dipraktekkan oleh para sahabat.
Jalan Golongan Yang Selamat
Allah سبحانه و تعالى
berfirman:
"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah dan janganlah kamu bercerai-berai." (Ali Imran: 103)
"Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah. Yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka." (Ar-Ruum: 31-32)
Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda:
"Aku wasiatkan padamu agar engkau bertakwa kepada Allah, patuh dan ta'at, sekalipun yang memerintahmu seorang budak Habsyi. Sebab barangsiapa hidup (lama) di antara kamu tentu akan menyaksikan perselisihan yang banyak. Karena itu, berpegang teguhlah pada sunnahku dan sunnah khulafa'ur rasyidin yang (mereka itu) mendapat petunjuk. Pegang teguhlah ia sekuat-kuatnya. Dan hati-hatilah terhadap setiap perkara yang diada-adakan, karena semua perkara yang diada-adakan itu adalah bid'ah, sedang setiap bid'ah adalah sesat (dan setiap yang sesat tempatnya di dalam Neraka)." (HR. Nasa'i dan At-Tirmi-dzi) 1.1
"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah dan janganlah kamu bercerai-berai." (Ali Imran: 103)
"Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah. Yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka." (Ar-Ruum: 31-32)
Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda:
"Aku wasiatkan padamu agar engkau bertakwa kepada Allah, patuh dan ta'at, sekalipun yang memerintahmu seorang budak Habsyi. Sebab barangsiapa hidup (lama) di antara kamu tentu akan menyaksikan perselisihan yang banyak. Karena itu, berpegang teguhlah pada sunnahku dan sunnah khulafa'ur rasyidin yang (mereka itu) mendapat petunjuk. Pegang teguhlah ia sekuat-kuatnya. Dan hati-hatilah terhadap setiap perkara yang diada-adakan, karena semua perkara yang diada-adakan itu adalah bid'ah, sedang setiap bid'ah adalah sesat (dan setiap yang sesat tempatnya di dalam Neraka)." (HR. Nasa'i dan At-Tirmi-dzi) 1.1
Langganan:
Postingan (Atom)


